Selain Coding, Jurusan Sistem Informasi Juga Siap Jadi Pilihan Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Tak terbantahkan, keahlian coding dan programming saat ini menjadi pilihan studi yang sedang sangat diminati mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi. Dari kemampuan ini mahasiswa dan lulusannya bisa menciptakan beragam teknologi aplikasi yang inovatif dan bisa memberi manfaat luas ke masyarakat selain bernilai ekonomi tinggi.

Selain keahlian ini, ada keahlian lain yang saat ini juga sedang menarik minat mahasiswa, yakni keahlian sistem teknologi informasi (TI).

Keahlian di bidang ini makin relevan dengan keniscayaan Indonesia yang kini memasuki era revolusi industri 4.0, dan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya.

Sistem Informasi biasanya merupakan jurusan yang masuk dalam Fakultas Teknologi dan Informasi (FTI) yang diyakini mampu membawa mahasiswa dan lulusannya menghadapi tantangan di era revolusi 4.0.

Rektor UBSI, Dr Mochamad Wahyudi, MM, M.Kom, M.Pd Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengatakan, perguruan tinggi yang dikelolanya juga memiliki jurusan ini dan kini diminati mahasiswa.

Dia menegaskan, jurusan Sistem Informasi, menjadi peluang baik untuk mengisi berbagai prospek kerja di era revolusi 4.0.

“Propek kerja lulusan Sistem Informasi tidak hanya berkutat pada masalah coding atau programming, tetapi saat ini jurusan Sistem Informasi dapat dibilang adalah jurusan hybrid,” ungkap Wahyudi.

Dia menjelaskan, selama pross perkuliahan, selain coding atau programming mahasiswa juga diajarkan bagaimana proses bisnis yang di implementasikan dengan teknologi informasi. Ini tentunya, membuka peluang prospek kerja selain coding dan programming.

Propek pekerjaan yang bisa diraih adalah menjadi analis big data, database administrator, analis Sistem, dan konsultan IT.

“Untuk mengisi prospek kerja tersebut, pada prosesnya selama belajar di UBSI mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu secara teoritis saja, tetapi juga praktik serta belajar langsung ke perusahaan teknologi maupun dunia industri,” jelas Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, dengan belajar langsung dengan perusahaan teknologi. Lulusan UBSI memiliki bekal dan pengetahuan yang cukup untuk mengisi propek kerja di bidang teknologi informasi.

“Sebelum lulus, mahasiswa di tempat kami, UBSI, juga harus memiliki sertifikat profesi maupun sertifikat kompetensi, Mahasiswa juga harus membuat proyek teknologi informasi sebagai proses penyusunan skripsi dan syarat utama lulus kuliah,” jelas Wahyudi.

Proyek Teknologi Informasi tersebut berupa karya aplikasi mobile, aplikasi dekstop, aplikasi website, maupun menganalisa sistem informasi pada suatu perusahaan.

“Setidaknya, karya yang dihasilkan dari penyusunan skripsi tersebut dapat menjadi portofolio karya yang telah dihasilkan oleh mahasiswa selama kuliah. Dengan demikian, kompetensi mahasiswa UBSI dapat terbukti mampu bersaing untuk mengisi prospek kerja yang ada di era revolusi industri 4.0,” kata Wahyudi.

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) di UBSI saat ini memiliki enam program studi, diantaranya Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Teknologi Komputer, serta Rekayasa Perangkat Lunak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *