Kemunculan 5G Diprediksi Tak Lantas Matikan 4G, 3G, dan 2G

Meski penerapan teknologi 5G secara massal masih butuh waktu, wacana mengenainya terus bermunculan. Bahkan tak jarang 5G dianggap sebagai ancaman untuk jaringan 4G.

Di Indonesia, jaringan 4G tumbuh pesat sejak tiga tahun terakhir. Operator seluler pun berlomba-lomba berinvestasi untuk teknologi ini.

Ketika teknologi jaringan mulai menatap 5G sebagai masa depan, 4G dinilai masih relevan untuk kebutuhan Indonesia saat ini.

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya menampik kemungkinan 4G akan tenggelam seiring kemunculan 5G. Selain kebutuhan pelanggan masih terpenuhi, menurutnya 5G akan lebih berguna untuk perangkat yang terhubung internet (Internet of Things/ IoT).

“Tergantung kondisi konsumen dan segmen yang berbeda-beda,” ucap Yessie di ajang Selular Congress 2018, Jakarta, Kamis (3/5).

Tak hanya 4G, teknologi jaringan yang lebih lawas seperti 2G dan 3G pun dinilai masih akan relevan sekalipun 5G nanti tiba.

“Sekarang memang banyak dari layanan data, sementara voice kecil, tapi tidak bisa seketika dimatikan karena voice itu masih kita layani di jaringan 2G,” imbuh Yessie.

Vice President Technology and System Telkomsel Indra Mardiatna sependapat dengan Yessie. Menurutnya, 5G lebih cocok diaplikasikan ke perangkat IoT dan industri. Indra mencontohkan manufaktur menjadi salah satu sektor yang bakal optimal memanfaatkannya.

“Dengan 5G, IoT akan berkembang pesat,” ucapnya.

Salah satu manfaat 5G adalah efisiensi yang diusung jika dibanding teknologi jaringan sebelumnya. Itu sebabnya, menurut Indra, Telkomsel secara bertahap akan mengurangi spektrum 2G.

Sumber : cnnindonesia.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *