Apa itu IoT (Internet of Things)

Internet berawal dari sebuah jaringan sederhana di laboratorium di Amerika Serikat pada tahun 1960, kemudian berkembang menjadi World Wide Web (www) pada Tahun 1980 di Inggris, dan sejak saat itu terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari jaringan kabel tembaga, jaringan wireless, dan jaringan kabel fiber optik kecepatan tinggi yang dapat kita nikmati saat ini. Internet sangat mempermudah berbagai hal dalam kehidupan kita sehari –hari, mulai dari komunikasi instant melalui e-mail, pesan instant, telepon (VoIP), forum, blog, toko online, social network dimana semuanya itu dapat di akses melalui smart phone, atau komputer.

Teknologi yang ada saat ini memungkinkan berbagai hal selain smart phone dan komputer untuk dapat juga terhubung dengan internet, misalnya mesin industri, mobil, peralatan elektronik, berbagai jenis sensor, peralatan yang dapat dikenakan manusia (wearables) seperti jam, perhiasan, kacamata, dan berbagai benda apapun yang dapat kita bayangkan.

Di dunia bidang IT, konsep ini telah dikenal dengan istilah “Internet of Things” disingkat IOT.Sebuah perangkat keras ditanamkan pada benda – benda ini sehingga benda tersebut dapat terhubung dengan internet.

Manfaat dari IoT sendiri adalah kita semakin dimanja dengan teknologi ini, dimana kita bisa berinteraksi dengan benda-benda milik kita dimanapun kita berada kita bisa mengkontrol benda tersebut. Contohnya sekarang banyak yang mengembangkan smartcity, kebayangkan ketika kota yang kita tinggali bisa berinteraksi dengan kita dimanapun kita berada. kita bisa tau jalan yang macet, efisiensi penggunakan energi lampu jalan. serta kita bisa mendapakan prediksi cuaca dan prediksi perjalan kita. Salah satu teman saya mengembangkan teknologi IoT untuk membantu pembudidaya ikan. mereka membuat sebuah startup bernama efishery. dimana mereka membuat sebuah tempat pakan ikan yang smart. dengan bantuan alat ini para petani budidaya ikan bisa menghemat pemberian pakan kepada ikan. karena dengan sensor yang ada pada alat ini, memungkinkan untuk mengetahui apakah semua ikan sudah mendapatkan makanan. ketika semuanya efisien akan berakibat pada kondisi kolam yang lebih sehat, karena tidak ada pakan yang terbuang. Bahkan ketika pakan habis pun, alat tersebut bisa berinteraksi dengan mengirimkan notifikasi pada pemilik kolam.

Di Indonesia sendiri kita mempunya beberapa startup yang fokus dibidang IoT, yaitu Crazyhackerz yang  membidik sektor hiburan. Diantaranya mereka mempunyai Instaprint dan Instabelly, dimana kedua alat ini memanfaatkan API Instagram untuk berinteraksi. Startup lainnya seperti  efishery. Selain pada solusi ada juga startup yang menyediakan layanan platform IoT seperti Geeknesia. Dengan adanya platform dari Geeknesia ini akan mempermudah para pengembang IoT untuk fokus pada aplikasi/device mereka, tidak perlu pusing dengan complexnya membangun server sebagai tempat pertukaran data untuk para perangkat IoT.

Sumber : Geeknesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *